Aku takut kisah laluku berulang lagi.
Perihnya mengharap, perihnya menunggu, aku tidak mau lagi.
Sempat kukira kalau kita mau menanti, maka yang baik akan datang menghampiri.
Ah, betapa bodohnya...
Aku tidak juga belajar dari kesalahan yang telah jadi realita.
Jadi, sekarang aku harus bagaimana?
Menertawakan semua seolah semua bukanlah petaka?
Ini hanya persoalan melupa dan terlupa, jawabnya.
Tidak perlu berpura-pura terluka.
0 komentar:
Posting Komentar