Bahaya

Jumat, 18 Juli 2014

Karena yang paling berbahaya adalah ketika kita mulai berbangga diri akan amal yang kita lakukan.

Kita menjadi begitu sombong.
Sebaliknya dari merasa terinspirasi,  orang malah akan muak dengan kita.

Dear Allah,  I am sorry for everything.
I am nothing compared to you and the universe you created.
Let me stay little,  but still proud of who i am.
Let me inspire people,  instead of bugging them. 
Let me become closer to you, so I don't need to seek recognition from anyone else. 

La ilaa hailallah

Penggiringan Opini Publik

Selasa, 15 Juli 2014

Entah siapa yang sms, yang pasti ini adalah salah satu upaya penggiringan opini publik.

I'm so sorry

i am so lame.
i am sorry.

Messy room

Sabtu, 12 Juli 2014

I just can't make it neat enough.

Friend

Kamis, 10 Juli 2014

I hang out with my friend today, and it stressed me out.
Perhaps I'm not that kind of person who's suitable for social interaction.
I tried my best to please the one I was hanging out with, but she didn't respond in the positive way.
We just didn't click that well.

I'm sorry, pal.
I couldn't serve you well though I really wanted to.

Election Day

Selasa, 08 Juli 2014

Today is Indonesia's president election day.
Jokowi or Prabowo?
Aku rasa jokowi bakalan unggul.
Indonesia bukan tempat yang disesaki orang-orang berduit.
Tanah ini masih milik pribumi terjajah.
Entah oleh bangsa asing,  etnis cina,  atau bangsanya sendiri.
Kalau sudah begini,  memilih pemimpin bukan persoalan sederhana.

Jokowi sendiri,  dia nampak seperti salah satu dari kami. 
Kemeja sederhana,  perawakan sederhana,  walau ya,  siapalah yang tahu kalau dia ternyata juga eksportir mebel yang kaya raya loh jinawi.
Saking hausnya,  dan kangennya kami semua dengan pemimpin yang sekiranya dapat memahami perasaan kami orang-orang yang tak punya duit,  kami tidak mau peduli lagi soal itu.

Yang penting itu ya Jokowi.
Yang penting itu ya pria yang sederhana itu.
Yang penting itu ya dia.
Entah apa yang nanti akan ia lakukan.
Hati kami akan tenang kalau dia yang memimpin kami.
Dia pasti akan memahami kami.
Dia harus memahami kami.

Siapakah yang egois?
Kami.
Bukan,  kami hanya kehausan.
Maaf Pak Jokowi,  maaf Pak Prabowo,  saya rasa bangsa Indonesia tidak sedang dalam mood untuk berpikir panjang saat ini.
Kami sedang butuh harapan.

Well,  hari ini aku memilih Jokowi.
Sepertinya aku telah jadi salah satu dari mereka yang kehausan.
Sekarang tiba waktunya berharap.

Sorry

I'm sorry if I do no good.
Nobody should ever befriend me.
I truly understand, that no one should ever befriend me.
No one.

Maybe

Senin, 07 Juli 2014

Aku sempat marah kemarin.
Apakah dia sedang mempermainkan aku?
Apakah dia sedang berusaha membuang salam yang susah payah kusampaikan untuknya?
Sialan.
Kenapa juga aku harus menganggapnya penting?
Bodo lah.
Buang saja aku,  aku tidak mau lagi buang-buang perih seperti yang sudah-sudah.

Aku mencintai diabukan kamu.

Hei,  kapan aku bilang begitu?

Aku masih mencintai diadan aku tidak yakin akan datang padamu dalam waktu dekat ini.

Hei,  hei,  itukah yang kukatakan padanya?
Sungguh aku tidak bermaksud.
Dia pastilah paham sedang dalam situasi apa aku ini. 

Tidak heran dia marah. Berhentilah menyalahkan dirimuLihatlah betapa dia juga tengah kesakitan.

Ya,  ya,  aku tahu.
Aku tahu.
Akankah kau memaafkanku?
Oh,  rasa dan hati,  dada dan degupnya,  beri ku waktu untuk berdoa.
Demi rasa,  awan dan semua.

Lupa

Minggu, 06 Juli 2014

Aku takut kisah laluku berulang lagi.
Perihnya mengharap,  perihnya menunggu,  aku tidak mau lagi.
Sempat kukira kalau kita mau menanti,  maka yang baik akan datang menghampiri. 

Ah,  betapa bodohnya...
Aku tidak juga belajar dari kesalahan yang telah jadi realita.

Jadi,  sekarang aku harus bagaimana?
Menertawakan semua seolah semua bukanlah petaka?
Ini hanya persoalan melupa dan terlupa,  jawabnya.
Tidak perlu berpura-pura terluka.