I'll start working on Retrouvailles!

Minggu, 15 Juni 2014
Retrouvailles?
You may never heard of it.
Well, it is actually one of my "impromptu" story that has been occupying my mind for the last few years.

Sebenarnya Retrouvailles ini bukan cerita yang bagus, sarat makna atau earth-shattering karena, maaf yaaaaa, saya membuat cerita ini tidak dimulai dari bikin kerangka, character development, perhitungan alur atau semacamnya :(
Cerita ini murni muncul bersamaan dengan gerak jari saya saat mengetik di atas laptop.
Sesungguhnya ini adalah cara yang benar-benar-teramat-sangat tidak direkomendasikan.
Karena apa? Cerita kamu kemungkinan besar akan jadi berantakan, ke mana-mana dan tidak berbobot.
Ada pengaruh yang datangnya dari pikiran gila kamu, ada yang dari sinetron yang barusan kamu tonton, ada juga yang datangnya tanpa alasan.
Tau cerita sinetron? Ya, kurang lebih semacam itu.
Majuuuu aja. Nggak ada twist atau sesuatu apapun yang mampu mengejutkan pembaca di akhir cerita.
Saat saya iseng menceritakan isi cerita Retrouvailles kepada orang terdekat saya, dia pun terbahak.
Katanya, cerita ini terlalu menggelikan. Dia pun menuding cara saya menulis yang memang kurang benar.
Dia ada benarnya.
Bukan,
Dia benar!
Tapi sungguh, bagi saya, bikin novel ngawur (atau bahasa agak kerennya, novel impromptu) adalah cara paling jitu untuk melepas stres.
Tidak bolehkah seseorang menulis cerita untuk melepas stres?
Ya boleh, kata teman saya, tapi tidak untuk dijual atau dibaca orang. 
Kau merenggut waktu mereka yang berharga untuk membaca sampah yang kau tulis. 
Sudah begitu, kau rebut pula uang mereka. 
Dia ada benarnya.
Bukan,
Dia benar!

Setelah beberapa kali membaca ulang Retrouvailles, saya mulai sadar betapa novel satu ini tidak layak baca apalagi diterbitkan.
Tapi, yah, mengingat halamannya sudah cukup banyak, dan saya cukup sedih melihatnya terpuruk sepi di salah satu dari berjuta tumpukan folder di laptop saya, saya memutuskan untuk segera mendandaninya dan menawarkannya kepada siapapun yang bersedia meminangnya lewat penyedia self-publishing yang akan saya kabari secepatnya bila novel benar-benar sudah jadi.
Siapapun itu peminangnya, saya tidak mengharap lebih darinya.
Saya tidak bisa memaksanya untuk meminang seseorang yang tidak punya apa-apa.
Cantik tidak, kaya pun tidak.
Dia hanya ada.
Such a sad existence, I know, but it's even sadder if I just threw it in the garbage.

Errr..mulai dari yang mana ya?
Saya takut kalian mulai tidak menyukai saya.
Saya adalah seseorang yang berniat menjajakan novel hasil dari sampah pikirannya yang kacau.
Saya benar-benar minta maaf.
:(

Oke, sebelumnya saya akan bahas Retrouvailles secara singkat saja (karena kaki saya mulai digigiti nyamuk, dan sudah hampir pukul 1 dini hari).
Retrouvailles adalah bahasa perancis yang artinya perasaan senang saat bertemu seseorang setelah sekian lama. 
Cerita ini nantinya berjalan dari sudut pandang seorang mahasiswa perempuan jurusan arsitektur yang pada akhirnya terlibat sebuah retrouvailles dengan teman sekamarnya di kost. Cewek ini namanya Alexa.
Untuk cerita selanjutnya, you must read it for yourselves! ;)

Saya akan post chapter demi chapternya, tapi begitu cerita udah 100% dibenahi dan siap terbit via self-publisher, akan saya kabarin.
Wismilak gaiss! ;D


0 komentar:

Posting Komentar